a little piece of me

no life has an ordinary story and in the end nothing would really matter

Saturday, 21 April 2007

o sentimento

satu. beberapa kali feeling yg terlintas diabaikan ternyata pada waktunya feeling itu terbukti benar! sedikit menyesal dan berniat to listen more to my heart.

dua. kemarin ibu pergi ke jkt, pagi sekali sebelum saya sendiri berangkat.
realized that i gotta depend on no one, meskipun saya perempuan tp tetep harus mandiri seperti siti khadijah, siapa tau suami tiba-tiba meninggal, siapa tau suami tiba-tiba menceraikan, siapa tau ga dilamar-lamar, siapa tau ya siapa yang tau? *naudzubillah*
saya pulang ibu belum pulang, aneh skali rasanya, perasaan yang entahlah yang membuat saya membayangkan banyak hal di masa depan, mengingat banyak hal di masa lalu, menerawang.. satu bagian dalam diri saya yang ingin lenyap! tersadar kembali that whether we like it or not we gotta live up, perasaan yang sama ketika saya di brasil dulu dalam moment-moment tertentu.
tidur-tiduran sampe ketiduran, terbangun oleh suara hujan, kembali menerawang.. menunggu ibu pulang, selalu suatu bentuk perasaan yang mengganggu. ibu, ibu, ibu... hanya dengan melihatnya jiwa ini kembali tenang.

tiga. hari ini hari kartini, dialah yg memperjuangkan emansipasi wanita. selama ini saya udah muak dengan hal akademis. saya yg begitu konservatifnya hari ini merasa bersyukur bisa kuliah. sesuai cita-cita kartini.

empat. saya masih anak tk, ingin slalu diperhatikan oleh ibu, manja. entah kapan bs jadi seperti ibu, berpikir cepat dan praktis, mandiri dan tegar sekaligus kewanitaan. entah kapan bs merasa aman lagi seperti ketika bapa masih ada, sabar mendengarkan, bijak memutuskan, lucu menggemaskan. ingin sekali berkumpul lagi berempat di masjidil haram dan larut dalam pusaran gelombang energi ka'bah. bapa setia sekali menunggu saya yang lelet. saya merasa bagai fatimah yg begitu dilindungi oleh Rasulullah. memberi uswah bukan perintah. bapa baiiikk sekali tidak pernah mengatakan tidak, hanya mendoakan semoga Allah yang menuntun. rasa kangen ini tidak akan pernah ada habisnya.. hanya Allah yg Maha Mengetahui hati manusia, Allah juga yg membolak-balikannya. kembali tenang setelah semua rasa ditumpahkan. lega bercampur haru karena rasa syukur, alhamdulillah...

0 Comments:

Post a Comment

<< Home