Ilmu oh Ilmu
Kedudukan ilmu memang yang tertinggi karena dengannya kita dapat melihat lebih jauh, memandang lebih luas, mendengar lebih seksama, berucap lebih santun, memberi lebih banyak, melangkah lebih panjang, lalu akhirnya mampu memutuskan sesuatu lebih bijaksana. Tapi kenapa ya sejauh ini ilmu ekonomi yang telah dipelajari selama empat setengah semester oleh saya di Universitas Padjadjaran belum terasa merasuki jiwa. Cukup tercermin dari IPK saya yang pas-pasan. Hingga sejauh ini yang bisa saya simpulkan mengenai permasalahannya adalah bahwa memang sangat sulit untuk mencoba fokus kepada suatu hal yang kita sendiri tidak tahu atau belum menemukan apa manfaatnya bagi diri kita khususnya, tidak perlu jauh-jauh dulu mencoba memberi arti bagi orang lain karena masih dalam tahap investasi, menanam ilmu. Seharusnya setelah delapan semester nanti memang sudah waktunya menuai yang ditanam. Mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan hanya sekedar IPK tinggi, walaupun IPK merupakan refleksi dari kepahaman kita dari ilmu yang didapat semasa kuliah tetapi angka hanya sebatas angka dapat dimanipulasikan dalam proses mendapatkannya.
Masalah saya dalam pencarian arti tentu memerlukan waktu, sebuah proses yang harus dilewati dengan mengerahkan segala kesadaran akan petunjuk-petunjuk yang mungkin lewat. Kesadaran dengan bersikap profesional tingkat tinggi: ketelitian, kesabaran dan kegigihan dalam beraktivitas apapun terlebih lagi yang berbau intelektual.
Ada satu petunjuk yang melesat di depan mata ketika saya mengerjakan tugas mata kuliah SPE - Sejarah Pemikiran Ekonomi. Sejarah? Ugh! Tapi bagi saya hal ini sangat mendasar. Kita akan buta dalam melangkah ke depan jika tidak tahu apa yang telah kita lalui di belakang. Kita belajar dari sejarah. Ya! sejarah. Dari buku "Pemikiran Para Pakar Ekonomi Terkemuka" yang ditulis George Soule, berdasarkan karya tulis tentang ekonomi yang muncul di zaman purba sampai zaman pertengahan ditarik kesimpulan bahwa, ilmu ekonomi tidak sama dengan kegiatan bisnis praktis tetapi merupakan konsep atau pemikiran yang bersumber dari kegiatan-kegiatan praktis tersebut, tidak sama dengan "hukum-hukum alam" yang dapat dibuktikan dengan percobaan yang kejadiaannya dapat diprakirakan dan berlaku di segala tempat dan waktu seperti IPA dan kimia. Ilmu ekonomi begitu komprehensif, mencakup banyak variabel dan ikut berkembang karena menanggapi beraneka kebiasaan, adat-istiadat serta proses perubahan yang berlangsung di dalam masyarakat. Ilmu ekonomi tidak hanya semata-mata suatu gambaran menyeluruh yang obyektif dan bebas nilai tentang gejala-gejala dan peristiwa-peristiwa ekonomi, tidak hanya bertujuan menjelaskan dan secara cermat menganalisis gejala-gejala ekonomi saja namun juga bertujuan moral dan misi kemasyarakatan, untuk mempertahankan kebudayaan manusia di masa silam, masa kini dan masa depan.
Ternyata ilmu ekonomi ini lebih luhur dari persepsi saya sebelumnya, bukan hanya berkisar antara laba dan rugi saja. Lebih dari sekedar perhitungan akuntasi, aplikasi manajemen, gambaran makro studi pembangunan. Ilmu ekonomi yang tengah saya pelajari ini berkaitan dengan kemanusiaan, memanusiakan manusia. Simpulan George Soule itu begitu membekas dalam diri saya yang lantas langsung saya kutip sesuai anjuran baginda Ali bin Abi Thalib, "Ikatlah ilmu dengan menuliskannya."
Saya sungguh berharap dapat memahami ilmu ekonomi yang tengah saya pelajari ini dengan sikap profesional demi mempertahankan kebudayaan manusia dan alangkah lebih baik lagi jika dapat memajukannya. Sesuai keyakinan saya bahwa kefakiran itu mendekatkan kita kepada kekufuran.
"Never regard study as a duty, but as the enviable opportunity to learn to know the liberating influence of beauty in the realm of the spirit for your own personal joy and to the profit of the community to which your later work belongs." -Albert Einstein


4 Comments:
Cit, apakah ada tempat bagi orang-orang yang susah untuk menjadi serius, kerjanya becanda mulu, dapet IPK bagus juga karena bermain di celah(bukan licik atau curang, tapi karena dia bisa bermain di celah)...?
Apakah hal-hal itu juga termasuk 'ilmu' I wonder...
ilmu jg kali yaa.. tapi barokah ga??
Entah ya, tapi mereka pasti juga dalam hatinya tidak ingin seperti itu. Tapi entah bagaimana terjebak dalam keadaan seperti itu.
Kira2 barokah nggak ya orang2 Extravaganza, Rowan Atkinson...
extravaganza,mr.bean..? i guess u don't get it. saya suka pisan sm extravaganza. maksudnya teh.. ya bgitulah heu3
Post a Comment
<< Home