Memeluk Mimpi
Ruang dan waktu adalah milikNya. Aku telah melangkah lagi dan masuk ke dunia baru. Tahun ini genap 25 usiaku. Jika dikatakan belum banyak yang aku capai seolah-olah aku tidak bersyukur, namun sebaliknya memang aku merasa belum berbuat banyak untuk diriku sendiri dan orang terdekat di sekitarku. Lucu sekali cara Tuhan menuntun hidup kita. Tapi aku selalu percaya mimpi, Tuhan tau yang kita mau, cepat atau lambat, bentuk yang sama atau disesuaikan, mimpi itu kelak akan jadi kehidupan nyata yang kita jalani. Sebagian besar mimpiku sangat global dan abstrak, mungkin aku hanya tertarik dengan konsepnya tanpa tau harus memulai dari mana. Terlalu naïf memang.. Tapi aku terus mencari dan mencari tanpa lupa menikmati yang aku jalani saat ini. Sekarang aku tengah menjalani salah satu dari sekian banyak mimpi itu, kini statusku guru (kakak kelas-red) SD 1 di Semi Palar, sangat menyenangkan. Tempat ini membantu anak-anak menemukan bintangnya sendiri. Sirik juga dengan mereka yang bisa mendapatkan fasilitas pembelajaran holistik ini sejak dini, tapi belum telat juga untukku menemukan bintangku. Aku merasa akan 'tumbuh' bareng bersama mereka. Dari sekian banyak macam cerita kakak-kakak yang lain tentang tingkah polah anak-anak membuat aku berkaca, ternyata aku mirip dengan mereka, jiwa kanak-kanak itu masih kental melekat dalam diriku. Belum pantas rasanya aku mengantongi usia 25, terlalu nyaman dengan keadaan sekarang bersama ibu. Belum siap untuk menanggung tanggung jawab baru dan pisah darinya. Aku suka hidupku, biarkan aku menikmatinya sejenak. Kubahagia!
Kangen bapak.. selalu kangen!


1 Comments:
samaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Post a Comment
<< Home